"IBU..."
IBU…
Kudengar lantunan rindu pada sujud dedaunan…
Hatiku gerimis, pedih mengiris
Kutambatkan lukaku, pada ketidakpastian rasaku
Syahdu kudengar debur kalbu
Ibu…
Senyap merayap dalam labirin jiwaku
kata-kataku pun terhenti. Namun imajinasi akan tetap berarak tinggalkan jejak.
Ibu…
Terpisah jarak terentang waktu
Kalimatku kabur menafsirkan rasa yang samar-samar
Ibu…
Sehampar duka, selaksa lara.
Ibu… rinduku dilanun keputusasaan. Adakah bisikan hatiku bekumandang direlung jiwa-Mu?
Ibu…
Kulafadzkan do’a dalam sujudku yang tak sempurna…
BIar kupayungi air matamu dengan do’aku…
Agar kelak dapat kuraih syurga ditelapak kakimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar