"Nyanyian Luka Untuk Sang Bintang"
Haruskah aku bertahan…
Menjadikan luka sebagai mahkota,
hingga hatiku tau akan kemana kalbu bertahta.
Namun biarkan pagi terbit, meski nisan aku tau akan segera menancap.
Embun pagi menari sunyi…
Terselip selembar rintih , dalam buku usang jiwaku.
Aku bosan..!!! Teriakku.
Sepi… masih menggigit
Aku lelah…!!! Jeritku.
Dingin… masih menusuk.
Kata-kataku tercekat, nyeri terasa mengukir senyum dalam senyap yang membatu.
Biar luka kudendangkan.. hingga melodinya memekakkan telinga-Mu.
Teriaklah… hingga putus urat leher.
Biar kalimatku berdemo, memaki, datang berduyun-duyun dengan metafora dan personifikasi bisu.
Dan hitam itu akan KAU ukir dalam pahatan malam…
hingga bintang cemburu , dan bersembunyi di balik awan.:(
Astrid.W
Makassar,14 Desember 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar